Rabu, 13 Mei 2015

Lebih Besar Pasak daripada Tiang

Sebuah peribahasa yang cocok disematkan bagi orang-orang yang berlaku boros karena lebih besar pengeluaran daripada pendapatan, atau Lebih Besar Pasak daripada Tiang.
 
Saat ini kemudaan berbelanja dengan cara mengangsur atau mencicil telah menjebak banyak orang ke jurang kebangkrutan. Mereka mengalami kesulitan keuangan karena menuruti nafsu belanja.

Beberapa kebiasaan berikut menjadi pertanda terjadinya pembelajaan di luar kemampuan finansial. Berikut ulasannya untuk Anda!

Takut Ketinggalan

Banyak orang taku ketinggalan kabar atau khawatir ditinggal oleh kelompoknya. Mereka lalu menggunakan penghasilannya untuk membiayai gaya hidupnya yang mewah. Padahal, terlalu sering kumpul-kumpul akan membuat isi dompet lebih cepat menipis. Sebaiknya, cari cara yang lebih mudah untuk mendapatkan waktu yang berkualitas bersama teman.

Tak Cukup Menabung

Setiap orang harus menyisihkan sekitar 10 sampai 15 persen dari total penghasilannya sebagai tabungan. Kalau tak mampu menabung minimum lima persen saja, artinya pasak sudah lebih besar daripada tiang atau pengeluaran sudah melampaui batas kemampuan pemasukan.

Kurangi belanja barang dan jasa yang tak perlu. Atur pengeluaran dengan sistem amplop dan catat tiap pengeluaran. Kalau tiap bulan masih tetap tak ada saldo yang tersisa, cek kembali pengeluaran Anda!

Tak Ada Dana Darurat

Keharusan membayar tunai sesuatu dalam jumlah banyak bisa mengganggu stabilitas keuangan keluarga. Padahal, kalau punya dana darurat, biaya bengkel dari kerusakan mobil atau motor yang tak terduga bisa diambil dari dana darurat. Pengeluaran seperti ini tidak cocok ditambal dengan kartu kredit atau sumber pembiayaan lain. 

Mulailah dengan menyisihkan sebagian penghasilan selama enam bulan untuk membangun dana darurat.

Nah, sudah diuraikan beberapa penyebab lebih besar pasak daripada tiang atau penyebab pengeluaran melebihi kemampuan pendapatan kita. Semoga kita terhindar dari sifat boros yang merugikan kita.

Terima kasih sudah membaca artikel Lebih Besar Pasak daripada Tiang, semoga bermanfaat!

Sumber inspirasi : Leisure, suplemen koran republika, 12 Mei 2015

Rabu, 06 Mei 2015

Tetap Gemuk Meski Telah Berolahraga

Ada sejumlah kebiasaan buruk yang dapat membuat program olahraga menjadi berantakan. Pastinya Anda juga akrab dengan kebiasaan ini. Berikut ulasannya untuk Anda. Selamat membaca!

Melupakan Pendinginan

Pendinginan setelah berolahraga sangat penting untuk tubuh. Kenyataannya, banyak orang yang sering melewatkannya. Kalau sampai terkena cedera gara-gara tak melakukan pendinginan, progres penurunan berat badan akan terganggu lantaran harus absen dari gym.

Banyak Makan

Begitu selesai berlatih, orang kerap tergoda untuk menghadiahi tubuhnya secara berlebihan. Mengonsumsi sepotong cake yang kaya akan kalori, contohnya, akan membuat olahraga menjadi sia-sia. Kalori yang tertumpuk lebih banyak dari 300 kalori yang telah terbakar.

Menunda Makan

Selepas berolahraga, tak perlu menunda makan terlalu lama. Tubuh membutuhkan kalori untuk membangun otot. Pastikan Anda mengonsumsi kudapan yang mengandung cukup karbohodrat dan protein setelah berlatih. Selanjutnya, jangan lupa untuk menjadwalkan sesi latihan berikutnya.

Sport Drink

Minuman yang dipromosikan bagus untuk dikonsumsi seusai berolahraga dapat menggantikan elektrolit tubuh. Minuman ini tidak cocok bagi orang yang berolahraga sebentar saja. Kalau menenggaknya, kalori ekstra dari minuman tersebut pun tertimbun. Sport drink baru patut diminum setelah olahraga berat sekitar sau jam atau latihan di tengah cuaca panas.

Sumber inspirasi : Leisure, suplemen koran republika, 5 Mei 2015

Senin, 04 Mei 2015

Kumpulan Motivasi Inspiratif

Salah satu alasan begitu sedikit
orang yang meraih apa yang
diinginkannya adalah karena kita
tidak pernah fokus; kita tidak pernah
konsentrasi pada kekuatan kita.
Kebanyakan orang hanya mencoba-coba
berbagai macam jalan dalam hidup
mereka. Mereka tidak pernah
memutuskan untuk menguasai suatu
bidang khusus

Jumat, 01 Mei 2015

Banyak Jalan Menuju Surga

Sebuah kisah yang menarik untuk dijadikan pelajaran untuk kita, bahwa banyak sekali amalan yang dapat mengantarkan kita menuju surga! Banyak Jalan Menuju Surga!

Amalan apa sajakah itu! berikut ulasannya untuk Anda.

Suatu kali Rasulullah duduk dengan para sahabat. Beliau kemudian bersabda, "Akan datang kepada kalian seorang lelali penghuni surga." Kemudian muncul lelaki, janggutnya masih basah oleh air wudhu, sementara tangannya menjinjing sandal. Tak ada yang teramat istimewa dari sosok lelaki ini.

Hari berikutnya, Rasulullah kembali bersabda, "Akan datang kepada kalian seorang lelaki penghuni surga." Sejurus kemudian, lelaki yang sama muncul lagi. Masih dengan sandal dijinjing dan janggut yang basah oleh air wudhu.

Tak berhenti disitu, Rasulullah kembali mengulangi perkataan yang sama. Kemudian, lelaki tersebut muncul lagi. Padahal, tak ada yang istimewa dalam diri lelaki tersebut. Rasa penasaran pun membuncah di dada Abdullah bin Amr bin Ash. Maka, diikutinya lelaki tersebut hingga ke rumahnya.

"Duhai saudaraku," ujar Abdullah memulai percakapan, "sungguh aku sedang berselisih dengan orang tuaku. Aku tidak akan berbicara kepadanya selama tiga hari. Bolehkan aku menginap di rumahmu barang tiga hari." Lelaki itu pun tak keberatan.

Maka Abdullah resmi menjadi tamunya sekaligus 'mata-mata'. Abdullah begitu penasaran, amalan apakah yang dilakukan lelaki ini sehingga Rasulullah menyebutnya lelaki penghuni surga.

Satu, dua, hingga malam ketiga tak ada amalan yang spesial didapati Abdullah. Lantas ia pun berterus terang. "Saudaraku, sesungguhnya aku tidak sedang berselisih dengan orang tuaku," Abdullah mengakui maksudnya. "Lantas kenapa kau ingin tinggal di rumahku," tanya lelaki itu. 

"Aku ingin mengetahui amalanmu, sehingga Rasulullah tiga kali menyebutmu sebagai lelaki penghuni surga. Namun saudaraku, aku tidak mendapatimu memiliki amalan yang spesial," urai Abdullah.

Lelaki itu menjelaskan rahasia amalnya. "Benar, amalanku hanya yang engkau lihat. Hanya saja, aku tidak pernah berbuat curang kepada seorang pun, baik kepada Muslimin ataupun selainnya. Aku juga tidak pernah iri ataupun hasad kepada seseorang atas karunia yang telah diberikan Allah kepadanya."

Terjawab sudah rasa penasaran Abdullah. Meski lelaki tersebut tak rajin Tahajud, shalat Dhuha, bersedekah, atau amalan sunah lainnya, namun ia memiliki satu amalan unggulan. Di hatinya, tiada pernah tebersit rasa hasad atau iri atas karunia yang diberikan Allah kepada hambanya. Sungguh sebuah amalan yang sangat berat.

Demikian artikel Banyak Jalan Menuju Surga! Semoga bermanfaat untuk kita semua.