Sebuah kisah yang menarik untuk dijadikan pelajaran untuk kita, bahwa banyak sekali amalan yang dapat mengantarkan kita menuju surga! Banyak Jalan Menuju Surga!
Amalan apa sajakah itu! berikut ulasannya untuk Anda.
Suatu kali Rasulullah duduk dengan para sahabat. Beliau kemudian bersabda, "Akan datang kepada kalian seorang lelali penghuni surga." Kemudian muncul lelaki, janggutnya masih basah oleh air wudhu, sementara tangannya menjinjing sandal. Tak ada yang teramat istimewa dari sosok lelaki ini.
Amalan apa sajakah itu! berikut ulasannya untuk Anda.
Suatu kali Rasulullah duduk dengan para sahabat. Beliau kemudian bersabda, "Akan datang kepada kalian seorang lelali penghuni surga." Kemudian muncul lelaki, janggutnya masih basah oleh air wudhu, sementara tangannya menjinjing sandal. Tak ada yang teramat istimewa dari sosok lelaki ini.
Hari
berikutnya, Rasulullah kembali bersabda, "Akan datang kepada kalian
seorang lelaki penghuni surga." Sejurus kemudian, lelaki yang sama
muncul lagi. Masih dengan sandal dijinjing dan janggut yang basah oleh
air wudhu.
Tak
berhenti disitu, Rasulullah kembali mengulangi perkataan yang sama.
Kemudian, lelaki tersebut muncul lagi. Padahal, tak ada yang istimewa
dalam diri lelaki tersebut. Rasa penasaran pun membuncah di dada
Abdullah bin Amr bin Ash. Maka, diikutinya lelaki tersebut hingga ke
rumahnya.
"Duhai
saudaraku," ujar Abdullah memulai percakapan, "sungguh aku sedang
berselisih dengan orang tuaku. Aku tidak akan berbicara kepadanya selama
tiga hari. Bolehkan aku menginap di rumahmu barang tiga hari." Lelaki
itu pun tak keberatan.
Maka
Abdullah resmi menjadi tamunya sekaligus 'mata-mata'. Abdullah begitu
penasaran, amalan apakah yang dilakukan lelaki ini sehingga Rasulullah
menyebutnya lelaki penghuni surga.
Satu, dua, hingga malam ketiga tak ada amalan yang spesial didapati Abdullah. Lantas ia pun berterus terang. "Saudaraku, sesungguhnya aku tidak sedang berselisih dengan orang tuaku," Abdullah mengakui maksudnya. "Lantas kenapa kau ingin tinggal di rumahku," tanya lelaki itu.
"Aku ingin mengetahui amalanmu, sehingga Rasulullah tiga kali menyebutmu sebagai lelaki penghuni surga. Namun saudaraku, aku tidak mendapatimu memiliki amalan yang spesial," urai Abdullah.
Lelaki itu menjelaskan rahasia amalnya. "Benar, amalanku hanya yang engkau lihat. Hanya saja, aku tidak pernah berbuat curang kepada seorang pun, baik kepada Muslimin ataupun selainnya. Aku juga tidak pernah iri ataupun hasad kepada seseorang atas karunia yang telah diberikan Allah kepadanya."
Terjawab sudah rasa penasaran Abdullah. Meski lelaki tersebut tak rajin Tahajud, shalat Dhuha, bersedekah, atau amalan sunah lainnya, namun ia memiliki satu amalan unggulan. Di hatinya, tiada pernah tebersit rasa hasad atau iri atas karunia yang diberikan Allah kepada hambanya. Sungguh sebuah amalan yang sangat berat.
Demikian artikel Banyak Jalan Menuju Surga! Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Satu, dua, hingga malam ketiga tak ada amalan yang spesial didapati Abdullah. Lantas ia pun berterus terang. "Saudaraku, sesungguhnya aku tidak sedang berselisih dengan orang tuaku," Abdullah mengakui maksudnya. "Lantas kenapa kau ingin tinggal di rumahku," tanya lelaki itu.
"Aku ingin mengetahui amalanmu, sehingga Rasulullah tiga kali menyebutmu sebagai lelaki penghuni surga. Namun saudaraku, aku tidak mendapatimu memiliki amalan yang spesial," urai Abdullah.
Lelaki itu menjelaskan rahasia amalnya. "Benar, amalanku hanya yang engkau lihat. Hanya saja, aku tidak pernah berbuat curang kepada seorang pun, baik kepada Muslimin ataupun selainnya. Aku juga tidak pernah iri ataupun hasad kepada seseorang atas karunia yang telah diberikan Allah kepadanya."
Terjawab sudah rasa penasaran Abdullah. Meski lelaki tersebut tak rajin Tahajud, shalat Dhuha, bersedekah, atau amalan sunah lainnya, namun ia memiliki satu amalan unggulan. Di hatinya, tiada pernah tebersit rasa hasad atau iri atas karunia yang diberikan Allah kepada hambanya. Sungguh sebuah amalan yang sangat berat.
Demikian artikel Banyak Jalan Menuju Surga! Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar